Mengenal Macam-Macam Proses Pasca Panen Kopi oleh - kopijanjijiwa.xyz

Halo sahabat selamat datang di website kopijanjijiwa.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Mengenal Macam-Macam Proses Pasca Panen Kopi oleh - kopijanjijiwa.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Menyeruput kopi sambil memahami proses pengolahannya hingga sampai di cangkir kita merupakan salah satu cara untuk mensyukuri kenikmatannya. Biji kopi memang menempuh proses yang cukup panjang sebelum siap dinikmati. Beberapa proses yang harus dilalui ialah proses panen, pasca panen (penjemuran), penyangraian, hingga penyeduhan. Setiap proses tersebut akan memengaruhi aroma dan cita rasa kopi.
Proses pengolahan kopi selama di kebun menentukan kualitas kopi sebesar 60%. Proses pasca panen ini bertujuan memisahkan atau melepas biji kopi dari dagingnya. Metode yang digunakan untuk memisahkan biji kopi pun bervariasi, yaitu:

 

1. Natural Process (Dry Process)

Natural process merupakan metode pemisahan biji kopi yang paling tua. Sesuai dengan namanya, proses ini tidak melibatkan mesin dan air. Buah kopi yang sudah melewati proses penyortiran sesuai kualitasnya akan melalui proses pengeringan atau penjemuran di bawah matahari langsung. Beberapa produsen kopi terkadang menjemurnya pada permukaan alas plastik atau meja pengering khusus dengan airflow yang berada di bagian bawah.

Buah kopi yang ditebar dan dijemur tidak dikupas, melainkan dijemur beserta kulit dan daging buahnya. Selama proses ini berlangsung, buah kopi harus dibolak-balik secara berkala untuk mendapatkan hasil pengeringan yang merata dan menghindari pembusukan. Sesuai dengan namanya, proses ini membuat buah kopi mengalami fermentasi secara alami dan terkelupas dengan sendirinya. Metode natural process akan menghasilkan variasi rasa buah-buahan, bukan hanya cita rasa pahit atau asam.

2. Washed Process

Metode pasca panen yang satu ini membutuhkan air dalam jumlah banyak. Washed process bertujuan sama seperti metode natural process, yaitu menghilangkan atau melepaskan kulit dan daging yang melekat pada biji kopi. Perbedaannya adalah proses pembersihan buah kopi menggunakan air sebelum mulai dikeringkan.

Awalnya, buah kopi akan diseleksi dengan proses perendaman. Kopi yang mengapung ketika direndam akan dibuang, sedangkan yang tenggelam dianggap telah matang dan siap diproses ke tahap berikutnya. Kulit buah kopi akan dipisahkan menggunakan mesin depulper. Kemudian, sisa-sisa kulit yang masih menempel akan dibersihkan lagi dengan air supaya biji kopi benar-benar bersih.

Penggunaan air bersuhu hangat biasanya akan mempercepat metode ini. Kopi yang sudah terkelupas dan bersih akan dikeringkan dengan cara dijemur. Metode ini biasanya akan menghasilkan body kopi yang ringan dan lembut, karakter yang bersih, light, cenderung fruity, dan memiliki kadar acidity yang lebih tinggi.

3. Hybrid Process

Metode hybrid process adalah hasil kombinasi dry process dan washed process.  Ada tiga teknik hybrid process berdasarkan variasi cara yang digunakan, yaitu:

  • Pulped Natural Process

Metode ini paling sering digunakan oleh petani kopi di Brazil. Buah kopi akan dikupas menggunakan mesin depulper untuk memisahkan biji kopi dari kulitnya. Proses selanjutnya adalah pengeringan di bawah sinar matahari langsung. Saat proses pengeringan, sisa daging buah akan terkelupas. Biasanya sisa daging buah yang masih menempel selama proses pengeringan akan menonjolkan sensasi sweetness pada biji kopi.

  • Honey Process

El Salvador dan Costa Rica merupakan negara yang sering menggunakan honey process untuk memisahkan biji kopi. Prinsip pengolahannya hampir sama dengan proses pulped natural. Namun, honey process membutuhkan lebih sedikit air daripada pulped natural process. Buah kopi akan dikupas menggunakan mesin depulper untuk menentukan seberapa banyak daging buah yang dibiarkan melekat pada biji kopi sebelum nantinya dijemur. Dalam bahasa Spanyol, sisa kulit daging yang tersisa diberi istilah miel yang berarti madu (honey). Keunikan inilah yang dikenal dengan istilah honey process karena menghasilkan lendir atau mucilage yang melekat pada biji kopi.

  • Semi-Washed

Semi-washed atau “giling basah” adalah metode pengolahan kopi yang kerap digunakan di Indonesia, khususnya Sumatera dan Sulawesi. Metode ini juga telah diakui sebagai salah satu proses terbaik di dunia. Buah kopi yang diolah dengan metode semi-washed akan melewati proses pengeringan sebanyak dua kali. Buah kopi yang sudah dipetik akan dikupas dengan mesin depulper untuk memisahkan biji kopi dari kulitnya. Selanjutnya, biji kopi dikeringkan sebentar sampai kelembapan kopi berkisar di angka 11%-12% saat proses pengeringan berlangsung. Proses berikutnya adalah semi-washed yang dilakukan untuk menyisakan kelembapan kopi sebesar 30%-35%. Kemudian, buah kopi juga akan melalui proses pengelupasan kembali untuk mendapatkan green bean atau biji kopi sebelum dijemur hingga benar-benar kering. Kopi yang diolah dengan metode semi-washed memiliki body penuh, acidity rendah, rasa yang beragam, serta sweetness yang intens.

Berdasarkan ulasan tentang metode pemisahan biji kopi tersebut, metode manakah yang bisa menghasilkan cita rasa biji kopi sesuai selera Anda?

Sumber: Coffeeland, Sasame Coffee, Otten Coffee dan Lintaskopi.

Itulah tadi informasi mengenai Mengenal Macam-Macam Proses Pasca Panen Kopi oleh - kopijanjijiwa.xyz dan sekianlah artikel dari kami kopijanjijiwa.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

0 comments:

Post a Comment