Halo sahabat selamat datang di website kopijanjijiwa.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Sejarah Kopi Indonesia oleh - kopijanjijiwa.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Kopi yang diambil dari kata “kopen” dalam bahasa Jawa berarti merawat, menjaga, dan memelihara secara hati-hati. Hanya satu tujuannya, mereka bisa menumbuhkan kopi berkualitas dari segi rasa dan aroma. Tak hanya sekadar harum, tetapi kopi beraroma surga sebagai harta karun berlimpah di tanah Nusantara, the Aroma of Heaven. Bagi sebagian masyarakat di tanah air, kopi bukan sekadar minuman. Tapi, kopi adalah sumber kehidupan. Mereka mendedikasikan hidupnya demi kopi agar dapur terus mengepul dan anak-anak bisa bersekolah.

 

Awal Sejarah Kopi 

Pada mulanya, kopi ditemukan di Ethiopia pada abad ke-9. Namun, baru pada abad ke-15, para pedagang Arab membudidayakan di kota Mocha, Yaman. Sayang, kopi tak bisa tumbuh baik di Eropa. Bangsa Eropa berusaha mencari lahan perkebunan  subur yang bisa ditanami komoditas kopi. Inilah cikal bakal penjajahan bangsa Eropa di kawasan Asia. Salah satunya, bangsa Belanda datang ke Indonesia dan menerapkan sistem tanam paksa kopi secara nasional.

Masuknya Kopi ke Indonesia

Pada sekitar 1696, Belanda dengan kapal VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) bersiasat dagang di Jawa sembari membawa kopi Malabar dari India. Kopi Arabika ini lantas diuji coba tanam di Batavia (Jakarta). Sayangnya, faktor alam membuat penanaman kopi ini gagal. Belanda lantas menanam ulang di daerah Sumatera, Bali, Timor Timur, Sulawesi dan beberapa pulau lain. Penanaman ini sukses besar. Bahkan, pada 1700-an, VOC memonopoli perdagangan kopi di Eropa dan seluruh dunia. Muncul lahan kopi terluas di Asia Tenggara, Dataran Tinggi Gayo dengan kopi Gayo. Sedangkan, di Jawa, lebih populer dengan kopi Java.

Popularitas Kopi Indonesia

Usai Proklamasi Kemerdekaan, perkebunan kopi di Indonesia mengalami pasang surut. Dalam novel “Max Havelaar”, Douwes Dekker, banyak terungkap sisi terselubung sistem tanam paksa di Indonesia. Termasuk bagaimana ketidakadilan dan kekejaman Belanda terhadap petani Indonesia. Kemudian pada era 2000-an, kopi Indonesia mulai bersinar di kancah Internasional. Bahkan, sukses menempati posisi keempat produsen kopi terbesar sejagat, di bawah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Beragam jenis cita rasa kopi Indonesia yang berkualitas dan nikmat, membawa reputasi harum kopi Indonesia di mata dunia.

Budaya Minum Kopi

Seiring waktu, masyarakat menjadikan minum kopi sebagai budaya. Menurut Wrecking Trish Rothgeb dalam artikel “Ball Coffee Roasters tahun 2002”, sedikitnya ada 3 pergerakan dalam perkopian atau lebih dikenal sebagai Waves Coffee.

1. First Waves Wave Coffee

Pada era 1800-an, kopi disajikan dalam kemasan praktis dan instan. Bahkan, pada Perang Dunia I (1917), tentara disajikan kopi sebagai minuman setiap hari.

2. Second Wave Coffee

Tak seperti kopi sebelumnya, citarasa kopi instan dianggap kurang nikmat. Para fanatik kopi menginginkan lebih dari yang bisa mereka minum.  Maka itu, pada 1960-an, muncul berbagai varian kopi baru. Seperti latte, espresso, mochaccino, cappuccino, frappuccino, americano, dan masih banyak lagi. Mulai menjamur berbagai coffee shop tematik yang lebih nyaman dan modern. Sembari minum kopi, mereka bisa mengobrol santai hingga diskusi bisnis dengan kolega.

3. Third Wave Coffee

Gelombang ketiga hadir tahun 2000-an. Pada masa ini, masyarakat luas menyadari ada perjalanan panjang demi secangkir kopi nikmat. Mulai dari proses tanam, pengolahan biji kopi, hingga penyajian. Dari sini muncul istilah “origin”, yaitu pemberian identitas kopi sesuai lokasi tanamnya. Pasalnya, rasa kopi akan berbeda apabila ditanam di daerah tertentu. Pecinta kopi lebih detail dalam menikmati kualitas dan rasa kopinya. Nah, di Indonesia ada beberapa daerah penghasil kopi yang legendaris dan telah mendunia. Antara lain Mandailing (Sumatera Utara), Dataran Tinggi Gayo (Aceh), Preanger (Jawa Barat), Kintamani (Bali), dan masih banyak lagi lokasi perkebunan kopi lainnya, termasuk Papua dan Flores.

 

Jika anda ingin mendalami lebih lanjut sejarah kopi Indonesia, film dokumenter Aroma of Heaven (2014) dapat menjadi rujukan menarik. Telusuri eksotisme warisan sejarah melalui trailer berikut ini.

 

Sumber: Tanamera Coffee & Sasame Coffee

Itulah tadi informasi dari daftar poker online mengenai Sejarah Kopi Indonesia oleh - kopijanjijiwa.xyz dan sekianlah artikel dari kami kopijanjijiwa.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website kopijanjijiwa.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Infografis â€" Mengenal Kopi Specialty oleh - kopijanjijiwa.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

 

Itulah tadi informasi dari judi online mengenai Infografis â€" Mengenal Kopi Specialty oleh - kopijanjijiwa.xyz dan sekianlah artikel dari kami kopijanjijiwa.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website kopijanjijiwa.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Infografis â€" Mengenal Kopi Specialty oleh - kopijanjijiwa.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

 

Itulah tadi informasi dari judi online mengenai Infografis â€" Mengenal Kopi Specialty oleh - kopijanjijiwa.xyz dan sekianlah artikel dari kami kopijanjijiwa.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website kopijanjijiwa.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Usai Ditinjau Tim Kejari Lampung Selatan, Paket Sembako Siap Dibagikan Ke Masyarakat Terdampak Corona oleh - kopijanjijiwa.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Usai Ditinjau Tim Kejari Lampung Selatan, Paket Sembako Siap Dibagikan Ke Masyarakat Terdampak Corona

Usai Ditinjau Tim Kejari Lampung Selatan, Paket Sembako Siap Dibagikan Ke Masyarakat Terdampak Corona

Newslampungterkini.com â€" Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan akan membagikan 24.941 paket sembilan bahan pokok (sembako) bagi masyarakat terdampak virus Corona atau COVID-19 yang tersebar di 17 kecamatan se-Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam pengadaan sembako tersebut, Pemkab Lampung Selatan menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan untuk melakukan pendampingan hukum.

Tujuannya, agar dalam pelaksanaan pengadaan barang atau sembako tersebut, sesuai dengan kebutuhan, tidak ada mark-up, serta spesifikasi dan volumenya cukup dan baik.

Bahkan, sebelum didistribusikan kepada masyarakat, tim dari Kejari Lampung Selatan telah mengecek langsung ke gudang penyimpanan di Sistem Resi Gudang (SRG) milik Pemkab setempat yang berada di Desa Titiwangi, Kecamatan Candipuro, pada Jumat (26/6/2020).

Tim Kejari Lampung Selatan yang dipimpin Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Muhammad Ikbal Hadjarati, SH, MH mengatakan, pelaksanaan pengadaan sembako dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 di Lampung Selatan sesuai dengan mekanisme.

Klik Juga :   Polri Bersama TNI Lakukan Cek Protokol Kesehatan di Pasar Induk Pringsewu

Pria yang akrab disapa Ikbal ini mengungkapkan, sembako yang akan dibagikan kepada masyarakat itu terdiri dari beras 5 kilogram, gula 2 kilogram, dan minyak goreng 1 liter.

“Jumlahnya sesuai dengan kontrak pesanan. Kualitasnya juga sesuai spesifikasi. Insya Allah sembako yang disajikan ini dengan kualitas yang layak diterima masyarakat,” ujar Ikbal ketika diwawancarai tim ini usai melakukan pemeriksaan sembako tersebut.

Namun demikian, ia meminta kepada Pemkab Lampung Selatan untuk secepatnya mendistribuskan sembako tersebut. Sebab menurutnya, masyarakat sangat membutuhkan berbagai sentuhan disisi ekonomi ditengah pandemi COVID-19 saat ini.

“Segera disalurkan bagi warga yang berhak menerima. Ditengah percepatan COVID-19 ini kita dituntut cepat dan tepat tetapi sesuai ketentuan. Semoga diawal bulan depan, semua sudah terealisasi bagi warga di masing-masing kecamatan melalui tim di desa,” tandasnya.Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Pemkab Lampung Selatan, Yansen Mulia selaku leading sektor pengadaan dan pendistribusian sembako tersebut memastikan 24.941 paket sembako itu siap dibagikan kepada masyarakat yang terdampak Corona.

Klik Juga :   Berikut 4 Nama Lulus Administrasi Calon Direktur PDAM Tirta Jasa

Ia menyebut, pembagian Sembako tersebut terbagi menjadi empat sesi. Pertama akan mulai dilaksanakan pada tanggal 29 Juni 2020, 1 Juli 2020, 3 Juli 2020, dan 6 Juli 2020.

Rinciannya, hari Senin tanggal 29 Juni 2020, Kecamatan Ketapang, Way Panji, Katibung, dan Sidomulyo. Terdiri dari 59 desa dan 4.847 paket Sembako.

Hari Rabu tanggal 1 Juli 2020, Kecamatan Penengahan, Palas, Merbau Mataram, dan Tanjung Sari. Terdiri dari 66 desa dan 6.221 paket Sembako.

Hari Jumat tanggal 3 Juli 2020, Kecamatan Sragi, Rajabasa, Candipuro, dan Tanjung Bintang. Terdiri dari 56 desa dan 5.300 paket.

Kemudian hari Senin tanggal 6 Juli 2020, Kecamatan Bakauheni, Kalianda, Way Sulan, Jati Agung, dan Natar. Terdiri dari 88 desa dan 8.573 paket sembako.

Klik Juga :   Istri Perangkat Pekon Diduga Terima BST, Sementara Kakek Tukimin Gigit Jari di Kursi Roda

“Kita sudah bagi habis tim yang terdiri seluruh OPD. Satu hari itu empat kecamatan. Kecuali hari keempat ada lima kecamatan. Teknisnya OPD menjemput di gudang penyimpanan dan mengantar sampai ke kecamatan. Lalu dari kecamatan diserahkan ke desa,” terangnya.

Ia juga memastikan, bantuan tersebut akan diserahkan kepada warga yang berhak menerima. Selain dari warga penerima PKH, BPNT, Program Sembako, BST, BLT, atau program sejenisnya.

“Diluar yang sudah menerima program jaringan pengaman sosial. Ini sebagai stimulus untuk menanggulangi dampak sosial dari situasi pandemi COVID-19,” pungkasnya.

Dari pantauan di lapangan, nampak hadir juga Kasubsi Pra Penuntutan Kejari Lampung Selatan Rahmat Jati Waluya, Plt Asisten Bidang Adum Pemkab Lampung Selatan, M. Darmawan sekaligus Kepala Pelaksana BPBD, dan Inspektur Kabupaten Joko Sapta.

(dam/az)

Advertnative

Sumber : Lampung Terkini

Itulah tadi informasi mengenai Usai Ditinjau Tim Kejari Lampung Selatan, Paket Sembako Siap Dibagikan Ke Masyarakat Terdampak Corona oleh - kopijanjijiwa.xyz dan sekianlah artikel dari kami kopijanjijiwa.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website kopijanjijiwa.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Mengenal Macam-Macam Proses Pasca Panen Kopi oleh - kopijanjijiwa.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Menyeruput kopi sambil memahami proses pengolahannya hingga sampai di cangkir kita merupakan salah satu cara untuk mensyukuri kenikmatannya. Biji kopi memang menempuh proses yang cukup panjang sebelum siap dinikmati. Beberapa proses yang harus dilalui ialah proses panen, pasca panen (penjemuran), penyangraian, hingga penyeduhan. Setiap proses tersebut akan memengaruhi aroma dan cita rasa kopi.
Proses pengolahan kopi selama di kebun menentukan kualitas kopi sebesar 60%. Proses pasca panen ini bertujuan memisahkan atau melepas biji kopi dari dagingnya. Metode yang digunakan untuk memisahkan biji kopi pun bervariasi, yaitu:

 

1. Natural Process (Dry Process)

Natural process merupakan metode pemisahan biji kopi yang paling tua. Sesuai dengan namanya, proses ini tidak melibatkan mesin dan air. Buah kopi yang sudah melewati proses penyortiran sesuai kualitasnya akan melalui proses pengeringan atau penjemuran di bawah matahari langsung. Beberapa produsen kopi terkadang menjemurnya pada permukaan alas plastik atau meja pengering khusus dengan airflow yang berada di bagian bawah.

Buah kopi yang ditebar dan dijemur tidak dikupas, melainkan dijemur beserta kulit dan daging buahnya. Selama proses ini berlangsung, buah kopi harus dibolak-balik secara berkala untuk mendapatkan hasil pengeringan yang merata dan menghindari pembusukan. Sesuai dengan namanya, proses ini membuat buah kopi mengalami fermentasi secara alami dan terkelupas dengan sendirinya. Metode natural process akan menghasilkan variasi rasa buah-buahan, bukan hanya cita rasa pahit atau asam.

2. Washed Process

Metode pasca panen yang satu ini membutuhkan air dalam jumlah banyak. Washed process bertujuan sama seperti metode natural process, yaitu menghilangkan atau melepaskan kulit dan daging yang melekat pada biji kopi. Perbedaannya adalah proses pembersihan buah kopi menggunakan air sebelum mulai dikeringkan.

Awalnya, buah kopi akan diseleksi dengan proses perendaman. Kopi yang mengapung ketika direndam akan dibuang, sedangkan yang tenggelam dianggap telah matang dan siap diproses ke tahap berikutnya. Kulit buah kopi akan dipisahkan menggunakan mesin depulper. Kemudian, sisa-sisa kulit yang masih menempel akan dibersihkan lagi dengan air supaya biji kopi benar-benar bersih.

Penggunaan air bersuhu hangat biasanya akan mempercepat metode ini. Kopi yang sudah terkelupas dan bersih akan dikeringkan dengan cara dijemur. Metode ini biasanya akan menghasilkan body kopi yang ringan dan lembut, karakter yang bersih, light, cenderung fruity, dan memiliki kadar acidity yang lebih tinggi.

3. Hybrid Process

Metode hybrid process adalah hasil kombinasi dry process dan washed process.  Ada tiga teknik hybrid process berdasarkan variasi cara yang digunakan, yaitu:

  • Pulped Natural Process

Metode ini paling sering digunakan oleh petani kopi di Brazil. Buah kopi akan dikupas menggunakan mesin depulper untuk memisahkan biji kopi dari kulitnya. Proses selanjutnya adalah pengeringan di bawah sinar matahari langsung. Saat proses pengeringan, sisa daging buah akan terkelupas. Biasanya sisa daging buah yang masih menempel selama proses pengeringan akan menonjolkan sensasi sweetness pada biji kopi.

  • Honey Process

El Salvador dan Costa Rica merupakan negara yang sering menggunakan honey process untuk memisahkan biji kopi. Prinsip pengolahannya hampir sama dengan proses pulped natural. Namun, honey process membutuhkan lebih sedikit air daripada pulped natural process. Buah kopi akan dikupas menggunakan mesin depulper untuk menentukan seberapa banyak daging buah yang dibiarkan melekat pada biji kopi sebelum nantinya dijemur. Dalam bahasa Spanyol, sisa kulit daging yang tersisa diberi istilah miel yang berarti madu (honey). Keunikan inilah yang dikenal dengan istilah honey process karena menghasilkan lendir atau mucilage yang melekat pada biji kopi.

  • Semi-Washed

Semi-washed atau “giling basah” adalah metode pengolahan kopi yang kerap digunakan di Indonesia, khususnya Sumatera dan Sulawesi. Metode ini juga telah diakui sebagai salah satu proses terbaik di dunia. Buah kopi yang diolah dengan metode semi-washed akan melewati proses pengeringan sebanyak dua kali. Buah kopi yang sudah dipetik akan dikupas dengan mesin depulper untuk memisahkan biji kopi dari kulitnya. Selanjutnya, biji kopi dikeringkan sebentar sampai kelembapan kopi berkisar di angka 11%-12% saat proses pengeringan berlangsung. Proses berikutnya adalah semi-washed yang dilakukan untuk menyisakan kelembapan kopi sebesar 30%-35%. Kemudian, buah kopi juga akan melalui proses pengelupasan kembali untuk mendapatkan green bean atau biji kopi sebelum dijemur hingga benar-benar kering. Kopi yang diolah dengan metode semi-washed memiliki body penuh, acidity rendah, rasa yang beragam, serta sweetness yang intens.

Berdasarkan ulasan tentang metode pemisahan biji kopi tersebut, metode manakah yang bisa menghasilkan cita rasa biji kopi sesuai selera Anda?

Sumber: Coffeeland, Sasame Coffee, Otten Coffee dan Lintaskopi.

Itulah tadi informasi mengenai Mengenal Macam-Macam Proses Pasca Panen Kopi oleh - kopijanjijiwa.xyz dan sekianlah artikel dari kami kopijanjijiwa.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.